Jumat, 20 Januari 2017

Layar Mi Note 2 Melengkung di Kedua Sisi?

Xiaomi diprediksi bakal meresmikan smartphone kelas atas terbarunya, Mi Note 2, pada 25 Oktober mendatang. Beberapa hari sebelum tanggal tersebut, muncul bocoran terbaru mengenai perangkat yang bersangkutan.



Dirangkum KompasTekno ari SlashGear, Senin (24/10/2016), bocoran berupa slide presentasi itu menunjukkan indikasi bahwa Mi Note 2 bakal dilengkapi dengan layar yang melengkung di dua sisinya.

Tak cuma melengkung, layar tipe Super AMOLED berukuran 5,7 inci  tersebut juga diduga bakal memiliki resolusi 2.560 x 1.440 piksel dan teknologi “Force Touch”.

Spesifikasi Mi Note 2 sendiri bakal terdiri dari aneka komponen hardware kelas atas, mencakup chipset Qualcomm Snapdragon 821, prosesor quad-core, serta RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB.


SlashGear
Bocoran slide yang mengindikasikan bahwa Xiaomi Mi Note 2 bakal memiliki layar melengkung.


Jeroan lain mencakup baterai berkapasitas 4.100 mAh, iris scanner, NFC, serta kamera 23 megapiksel dan 8 megapiksel, masing-masing dengan sensor Sony IMX 318 dan IMX 378.

Disebutkan bahwa bakal ada versi lain dari Mi Note 2 yang dibekali RAM 6 GB dan media penyimpanan 128 GB.

Banderol harga Xiaomi Mi Note 2 dengan RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB kabarnya dipatok pada kisaran 415 dollar AS (Rp 5,4 juta),

Sementara, saudaranya yang memiliki RAM 6 GB dan media penyimpanan 128 GB dihargai 445 dollar AS (Rp 5,9 juta).

Minggu, 15 Januari 2017

Begini Cara Huawei Menguji Ketangguhan "Smartphone"

Huawei Technologies Co. Ltd memiliki laboratorium atau pusat pengujian ketangguhan fisik smartphone yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satu tempat yang dipilih sebagai tempat pengujian tentu saja di kandang Huawei sendiri, yakni China.



Bersama beberapa wartawan dari Indonesia, KompasTekno berkesempatan menilik pusat pengujian ketangguhan smartphone milik Huawei di Shenzhen, China.

Di dalam tempat pengujian itu, Huawei keandalan fisik perangkat melalui serangkaian tes dan "penyiksaan".

Ada beberapa mesin yang dirancang khusus untuk menguji keandalan produk. Beberapa di antaranya seperti tumble test, directional drop test, soft pressure test, flip and side slider resistance test, earplug/adapter pull and plus endurance test, connector strength endurance test, twist test, dan button endurance test.



Estu Suryowati/Kompas.com
Mencoba teknologi realitas maya (Virtual Reality/VR) di Headquarter Huawei Technologies Co.Ltd di Bantian, Shenzhen, China, Kamis (20/10/2016).

Pihak Huawei pun memberikan penjelasan singkat mengenai fungsi alat-alat uji tersebut. Tumble test merupakan uji ketangguhan fisik smartphone saat jatuh dari ketinggian, mulai dari 0,5 meter hingga 1 meter.

Uji jatuh ini dilakukan sebanyak 100 kali. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan tahan banting ketika terjatuh berkali-kali.

Selain itu, uji jatuh ini juga dimaksudkan untuk memastikan produk yang dihasilkan sudah memiliki struktur dan desain standar, untuk menemukan kelemahannya.

Pengujian lain dinamakan directional drop test. Pengujian ini hampir mirip dengan uji jatuh. Hanya saja, pada bagian ini, produk diuji jatuh dengan ketinggian 1 meter dari enam sisi sudut ponsel.

Sementara itu, soft pressure test, dilakukan sebanyak 2.000 kali. Pada pengujian ini, ponsel dikondisikan seperti ketika diletakan di saku celana. Memang kadang kala secara tidak sengaja ponsel tertindih saat penggunanya duduk.


Estu Suryowati/Kompas.com
Pengunjung tengah mencoba berbagai produk Huawei di Headquarter Huawei Technologies Co.Ltd di Bantian, Shenzhen, RRC, Kamis (20/10/2016).

Sedangkan, flip and side slider resistance test merupakan pengujian untuk melihat keandalan dari tombol dan layar aktivasi ketika ponsel dalam keadaan terkunci. Tes ini dilakukan hingga 70.000 kali.

Selanjutnya earplug/adapter pull and plug endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan kabel data dan adapter, serta sumbat telinga.

Adapun connector strength endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan lubang kabel pengisi baterai atau kabel data, serta kabel earphone.

Twist test dilakukan sebanyak 500 kali untuk melihat keandalan dari bagian-bagian ponsel yang saling terhubung.

Terakhir, button endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan tiap tombol ponsel pintar.
Tombol-tombol utama di ponsel diuji sebanyak 200.000 kali, sedangkan tombol samping diuji sebanyak 50.000 kali. Adapun tombol untuk menyalakan ponsel diuji sebanyak 200.000 kali.

Sementara itu, VP International Media Affairs Corporate Communication Department Huawei Joe Kelly mengatakan, untuk inovasi dan keandalan produknya Huawei setiap tahun menyisihkan 10 persen dari revenue mereka untuk kegiatan research and development.

Selasa, 10 Januari 2017

Beli Pemilik HBO dan CNN Rp 1.100 Triliun, Apa Alasan AT&T?

 Akhir minggu ini, operator seluler AS AT&T mengumumkan bakal mengakuisisi perushaan konglomerasi media multinasioanal Time Warner dengan nilai mencapai 85,4 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.100 triliun.



Time Warner memiliki jaringan media yang luas, mencakup aneka brand terkenal, seperti CNN, TNT, HBO Channel, serta studio TV dan film Warner Bros. Dengan akuisisi, hak atas jaringan media tersebut beralih ke tangan AT&T.

Ini pula yang disinyalir menjadi alasan AT&T melakukan akuisisi dengan nilai besar tersebut. Dengan kata lain, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money,  Senin (24/10/2016), AT&T ingin memadukan jaringan telekomunikasi yang dimilikinya dengan konten dari Time Warner.

“Konten premium selalu menang. Ini berlaku di layar lebar dan TV, dan kini juga di layar perangkat mobile,” ujar sebut Chief Executive AT&T Randall Stephenson dalam sebuah keterangan tertulis.

Tak mengherankan, mengingat pola konsumsi media semakin bergeser ke arah mobile, baik untuk film, siaran TV, ataupun jenis konten lain. Perusahaan telekomunikasi pun ingin aktif terlibat dalam bisnis pembuatan konten, ketimbang hanya menyalurkannya secara pasif.

Dengan mengakuisisi Time Warner, AT&T bisa menawarkan langganan konten dalam bentuk bundel bersama dengan layanan seluler.

Hal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi AT&T dibanding kompetitornya, Verizon, yang juga berusaha merambah bisnis konten dan teknologi periklanan digital melalui akuisisi AOL dan rencana pembelian Yahoo.

AT&T diketahui juga memilki perusahaan TV satelit DirectTV yang diakuisisi senilai hampir 50 miliar dollar AS tahun lalu. Paket langganan seluler bersama TV satelit DirectTV kini telah mulai ditawarkan ke konsumen.

Kamis, 05 Januari 2017

Samsung Rilis Galaxy C9 Pro dengan RAM 6 GB

Samsung baru mengumumkan ponsel kelas menengah terbarunya, Galaxy C9 Pro, dengan spesifikasi yang mengejutkan. Ponsel ini dibekali dengan RAM 6 GB, yang tergolong cukup besar.



Samsung sendiri belum pernah merilis ponsel dengan RAM sebesar ini. Sebelumnya, Samsung hanya mentok di RAM 4 GB. Padahal, produsen lain, seperti Asus, Vivo, dan One Plus, sudah mulai merilis ponsel dengan RAM 6 GB.

Namun, Samsung pun berusaha mengikuti perkembangan pasar, dan kali ini menyematkan RAM ukuran jumbo itu dalam Galaxy C9 Pro.

Secara fisik, Galaxy C9 Pro juga memiliki ukuran yang besar. Layarnya berupa panel Super AMOLED berukuran 6 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Sementara itu, cover belakang bodi ponsel terbuat dari bahan logam.

Soal otak pemrosesan, Galaxy C9 Pro ini dibekali dengan hardware tingkat menengah. Antara lain berupa prosesor Qualcomm Snapdragon 653, memori internet 64 GB, baterai berkapasitas 4.000 mAh, serta sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow.

Kamera utama Galaxy C9 Pro memiliki ketajaman 16 megapiksel dengan lensa wide dan apperture F/1.9. Di bagian depan, Samsung juga menyematkan kamera selfie dengan ketajaman serupa, yaitu 16 megapiksel.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Senin (24/10/2016), Galaxy C9 Pro ini rencananya akan mulai dirilis ke pasar China pada 11 November 2016, dengan harga 3.199 yuan atau sekitar Rp 6,1 juta.

Namun, area peredarannya masih terbatas di China saja. Belum terlihat indikasi bahwa Samsung akan meluncurkan Galaxy C9 Pro ini di negara lain.

Jumat, 30 Desember 2016

Tidak Anti-air, Google Pixel Coba Direndam 30 Menit Dalam Air

 Berbeda dari sejumlah smartphone flagship lain yang beredar di pasaran, smartphone Pixel besutan Google tidak dibekali kapabilitas anti-air. Produk ini hanya memiliki rating IP53 yang berarti tahan cipratan.



Meski begitu, seorang YouTuber bernama Harris Craycraft nekat coba merendam perangkat tersebut dalam air untuk mengetahui apakah Pixel bisa selamat.

Craycraft melakukan pengujian secara bertahap. Pertama, dia sekadar menyemprot Pixel dengan semacam penyembur air di taman. Pixel kemudian coba ditaruh di air yang menggenang di jalan.

Terakhir, barulah dia mengambil semangkok besar air dan menenggelamkan Pixel di dalamnya selama 30 menit, dalam keadaan layar yang masih menyala menjalankan stopwatch.

Hasilnya? Ternyata Pixel bisa selamat. “Speaker-nya masih bekerja, demikian juga charger,” ujar Craycraft, sebagiamana dikutip KompasTekno dari SlashGear, Senin (23/10/2016).

Namun, dia tak menyebutkan apakah modul kamera Pixel jadi berembun. Masalah ini kerap ditemukan pada ponsel yang tercemplung.

Craycraft menyimpulkan bahwa Google Pixel ternyata cukup tangguh dalam hal menghadapi air. Penggunanya pun tak perlu khawatir apabila ponsel basah.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa hasil pengujian tersebut tak serta-merta berarti Pixel kebal dari air. Semuanya tergantung keadaan. Kalau sedang apes, bisa saja ponsel rusak.

Minggu, 25 Desember 2016

Galaxy S7 Edge Pengganti Note 7 Malah Terbakar

Seorang pengguna Samsung Galaxy S7 Edge datang ke salah satu gerai operator seluler di AS, mengatakan ponsel miliknya itu terbakar dengan sendirinya saat di-charge.



Hal itu terungkap setelah seorang karyawan operator seluler mengirim e-mail kepada PhoneArena, menjelaskan detil permasalahannya, berikut bukti foto Galaxy S7 Edge yang hangus.

Dikutip KompasTekno, Senin (24/10/2016), pemilik Galaxy S7 Edge tersebut mengaku sedang mengisi ulang baterai ponselnya, sambil ditinggal tidur semalaman.

Adapun unit charger yang dia pakai adalah charger asli bawaan Samsung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa S7 Edge yang terbakar itu adalah ponsel pengganti yang ia dapat setelah menukar Galaxy Note 7 versi kedua yang diklaim Samsung telah diperbaiki baterainya.

Samsung memang telah menarik semua Note 7 dari pasaran dan mengehentikan produksi phabletnya itu, setelah versi perbaikan yang diklaim aman tetap saja terbakar di sejumlah negara.

Malang bagi pemilik S7 Edge ini, sebab ia telah menukar Note 7 versi pertama ke versi kedua, lalu menukarnya kembali dengan S7 Edge yang justru berujung bencana.

Kasus S7 Edge yang meledak dan dilaporkan juga terjadi di Ohio, AS bulan lalu. Pemiliknya mengalami luka bakar tingkat dua dan menuntut ganti rugi dari Samsung.

Selasa, 20 Desember 2016

Bocoran Foto Moto M Plus Ungkap Pemindai Sidik Jari

Motorola sedang menyiapkan Android Moto M di Indonesia. Ponsel dengan kode produksi XT1663 dipergoki terdaftar di situs Ditjen SDPPI dan Balai Uji Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indonesia.



Namun Motorola nampaknya juga sedang menyiapkan varian Moto M dengan layar yang lebih besar, disinyalir bakal diberi nama Moto M Plus.

Bocoran foto-foto Moto M Plus saat ini telah beredar di internet. Dalam foto itu, setidaknya terlihat bahwa ponsel Moto M Plus memiliki bodi yang terbuat dari logam. Di casing belakangnya, tepat di bawah kamera, terdapat sebuat alat pemindai sidik jari.



Tech Droider
Moto M Plus
Seperti dilansir KompasTekno dari Trusted Review, Senin (24/10/2016), model yang terlihat dalam bocoran foto memiliki kode produksi XT1662, yang bisa jadi merupakan Moto M Plus (Moto M berkode XT1663).

Bocoran spesifikasi Moto M Plus antara lain layar berukuran 5,5 inci (1080p), RAM 4 GB, memori internal 32 GB, kamera utama 16 megapiksel, serta kamera depan 8 megapiksel.

Baca: Indikasi Kuat Kehadiran Kembali Ponsel Motorola di Indonesia

Sementara Moto M yang berukuran lebih kecil disebut-sebut memiliki ukuran layar 4,6 inci, prosesor octa core 1,9 GHz, RAM 3 GB, memori internal 32 GB, kamera utama 16 megapiksel, serta kamera depan 8 megapiksel.

Hingga saat ini belum diketahui kapan peluncuran Moto M dan Moto M Plus secara global. Namun dengan adanya pengujian untuk Moto M berkode XT1663 di situs Ditjen SDPPI, ada kemungkinan bahwa ponsel tersebut akan segera muncul di Indonesia.

Moto M Plus sendiri belum termuat dalam daftar pengujian ponsel di Balai Uji Kemenkominfo Indonesia. Toh ini tak berarti ponsel itu tak akan masuk Indonesia. Bisa aja, Motorola akan memasukkannya, dalam rentang waktu yang berbeda.