Rabu, 15 Februari 2017

LG Kapok Bikin Smartphone Modular?

Saat pertama diperkenalkan Februari lalu, LG G5 mengundang perhatian dengan konsep modularnya. Bagian “dagu” di bawah layar ponsel ini bisa dicopot untuk ditukar dengan modul lain berupa unit audio hi-fi atau grip kamera.



Sayang, meski menarik, konsep modular tersebut agaknya gagal mengundang minat konsumen. Kiprah G5 dan aksesori modular pendampingnya di pasaran terbilang kurang menggembirakan.

LG pun banting setir. Laporan Cnet yang dirangkum KompasTekno, Minggu (23/10/2016) menyebutkan bahwa LG  kapok membuat ponsel berdesain modular.

Smartphone LG G6 yang bakal diluncurkan tahun depan bakal menganut faktor bentuk yang lebh tradisional, tanpa bagian modular yang bisa dibongkar-pasang.

Apabila benar, keputusan LG meninggalkan konsep ponsel modular tersebut disinyalir akan mengundang kekecewaan dari developer dan konsumen karena dulu didengung-dengungkan oleh LG sebagai jalur masa depan.

LG bahkan sempat menggelar konferensi di San Francisco, AS, berikut membuka laman komunitas, untuk mendorong pengembangan software dan hardware untuk komponen-komponen modular G5.

LG G5 sendiri tidak masuk pasaran Indonesia. Di Tanah Air, LG memilih untuk memasarkan varian G5 SE yang memiliki fisik, fitur dan konsep modular serupa, namun datang dengan prosesor dan kapasitas RAM yang berada stingkat di bawah G5 “reguler”.

Jumat, 10 Februari 2017

Orang Indonesia Paling "Menderita" soal Baterai Ponsel

Apa yang Anda lakukan saat baterai ponsel mulai berkedip merah atau mulai menunjukkan sisa tenaganya hanya kurang dari 20 persen?



Sebagian besar orang akan merasa panik. Biasanya, mereka akan segera mencari tempat atau lokasi yang menyediakan stop kontak, lalu segera memasang charger dan menghubungkannya ke ponsel. Hal seperti ini dikenal sebagai stress gara-gara "low bat".

Baca: Stop 4 Kebiasaan Nge-charge Smartphone seperti Ini

Riset yang dilakukan perusahaan China, Baidu, mencoba membandingkan seberapa banyak orang yang terkena pengaruh stress tersebut. Mereka pun melakukan riset pada orang-orang di Australia, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik serta Indonesia.

Hasilnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Tech in Asia, Minggu (23/10/2016), terlihat bahwa negara yang penduduknya paling "menderita" alias paling rentan terhadap stress tersebut adalah Indonesia.

Indikatornya adalah perbandingan antara rata-rata daya hidup baterai ponsel di Indonesia dengan rata-rata global.

Bila secara global rata-rata daya hidup baterai ponsel mencapai 21,7 jam, di Indonesia orang-orang hanya mendapatkan rata-rata 12,8 jam. Artinya, baterai ponsel milik penduduk Indonesia lebih cepat habis, bahkan tidak bisa bertahan hingga seharian.

Sayangnya, riset tersebut tidak menyebutkan informasi rinci mengenai pola pemakaian ponsel atau alasan yang menyebabkan baterai tersebut lebih cepat habis.

Namun dapat diprediksi bahwa rata-rata orang Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial, sehingga pola pemakaiannya turut berperan pada daya hidup baterai. Tak ketinggalan, faktor sinyal jaringan seluler di Indonesia juga turut menyumbang borosnya baterai.

Baca: Cara Memperkuat Sinyal di iPhone dan Android

Hasil riset ini juga mengungkap alasan populernya perangkat baterai portabel atau powerbank di Indonesia. (Baca: Smartphone Jangan Keseringan Pakai Powerbank)

Riset menunjukkan bahwa ada sejumlah aplikasi yang memakan banyak daya baterai, misalnya Snapchat, Uber, game Candy Crush Saga serta Clash of Clans. Sementara beberapa aplikasi lain, seperti Spotify, WhatsApp, Twitter, Facebook Messenger, Line dan Instagram cenderung lebih hemat daya.

Baca: 5 Penyebab Android Boros Baterai

Selain Indonesia, riset juga menunjukkan rata-rata daya tahan baterai ponsel di negara lain, seperti Brasil dan Amerika Serikat. Daya hidup baterai di sana tak beda jauh dengan di Tanah Air.

Brasil mencatatkan rata-rata daya hidup baterai selama 17,9 jam, sedangkan AS mencatatkan 18,2 jam.

Negara dengan daya hidup baterai terlama adalah Jerman, selama 32,1 jam; Selandia Baru selama 27,7 jam; serta Australia selama 26,7 jam.

Seluruh data riset ini disusun oleh lembaga M2 Catalyst dan App Annie. Selanjutnya, tim DU Global Battery Labs dari Baidu menganalisis dan mengonsolidasikan seluruh data.

Minggu, 05 Februari 2017

Operator Seluler AT&T Akuisisi Time Warner Rp 1.100 Triliun

Operator seluler Amerika Serikat, AT& T, bakal mengakuisisi Time Warner dengan nilai mencapai 85,4 miliar dollar AS atau lebih dari 1.100 triliun rupiah.



Time Warner adalah konglomerasi media multinasional yang berbasis di New York dan memiliki pendapatan ketiga terbesar di dunia hiburan dan jaringan TV, setelah Comcast dan The Walt Disney Company.

Dirangkum KompasTekno dari The Wall Street Journal, Senin (24/10/2016), dalam perjanjian antara kedua perusahaan, AT&T bakal melakukan sebagian pembayaran melalui pembelian saham. Sebagian lainya dalam bentuk dana tunai.

Operator seluler tersebut membeli saham Time Warner seharga 107,5 dollar AS per lembar. Proses akuisisi diperkirakan rampung menjelang akhir 2017 mendatang.

Selagi dalam proses akuisisi, Chief Executive Time Warner Jeff Bewkes akan meneruskan jabatan untuk sementara waktu, guna membantu transisi. Setelahnya, Chief Executive AT&T Randall Stephenson bakal mengambil alih posisi pimpinan.

Dengan akuisisi ini, maka AT&T akan menjelma jadi raksasa media baru di negeri Paman Sam. Operator seluler tersebut bakal memiliki hak atas jaringan media Time Warner yang luas, mencakup aneka brand terkenal seperti CNN, TNT, HBO Channel, serta studio TV dan film Warner Bros.

“Konten premium selalu menang. Ini berlaku di layar lebar dan TV, dan kini juga di layar perangkat mobile,” ujar Stephenson dalam sebuah keterangan tertulis yang dirilis AT&T.

Sebelum pengumuman akuisisi oleh AT&T, Time Warner memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar 68 miliar dollar AS, sementara AT&T 233 miliar dollar AS.

Dengan menggabungkan kekuatan, AT&T dan Time Warner berharap bisa menjadi perusahaan telekomunikasi wireless pertama di AS yang mampu menawarkan bundel online dan video.

Akuisisi ini sekaligus menandai langkah baru AT&T masuk ke industri entertainment. Tahun lalu, operator seluler itu telah mengakuisisi perusahaan TV satelt DirectTV senilai hampir 50 miliar dollar AS.

Senin, 30 Januari 2017

Microsoft Pernah Menawar Murah Facebook Rp 313 Triliun

Microsoft telah menyadari pontensi Facebook jauh sebelum media sosial tersebut meraksasa seperti sekarang.



Sang pemilik sistem operasi Windows itu pun pernah coba membeli Facebook dengan nilai tawaran yang menggiurkan, mencapai 24 miliar dollar AS atau hampir Rp 313 triliun.

Hal itu diungkapkan oleh mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer dalam sebuah wawancara dengan CNBC, sebagaimana dirangkum oleh KompasTekno, Senin (24/10/2016).

“Tawarannya diajukan ketika Facebook masih ‘kecil mungil’,” kata Ballmer. Pria berkepala plontos ini menjabat sebagai nakhoda Microsoft dari 2000 hingga 2014. Microsoft sendiri memberi tawaran kepada Facebook pada 2010.

Namun, lanjut Ballmer, pinangan itu kemudian ditolak oleh sang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. “Saya menghargai keputusan dia (Zuckerberg),” lanjut Ballmer.

Butuh 5 hingga 7 tahun

Ketertarikan Microsoft terhadap Facebook sebenarnya sudah lama diketahui.

Dalam bukunya, The Facebook Effect yang diterbitkan pada 2010, penulis dan jurnalis teknologi David Kirkpatrick pernah menguraikan proses yang bakal ditempuh Microsoft kalau jadi membeli Facebook.

“Microsoft akan mendapat sebagian kecil saham di Facebook senilai 15 miliar dollar AS,” tulis Kirkpatrick. “Lalu, Microsoft akan membeli 5 persen saham Facebook setiap 6 bulan berikutnya. Akuisisi total akan memakan waktu 5 hingga 7 tahun.”

Sebelum itu, pada 2006, Facebook pernah pula ditawar oleh Yahoo dengan nilai 1 miliar dollar AS.

Baca: Jumlah Pengguna Facebook di Indonesia Terus Bertambah

Keputusan Zuckerberg menolak Yahoo dan Microsoft terbukti jitu. Jejaring sosial besutannya kini memiliki valuasi sekitar 374 miliar dollar AS, sementara Zuckerberg menjadi orang terkaya keempat di dunia dengan total nilai kekayaan 56 miliar dollar AS.

Adapun Ballmer sekarang merupakan pemilik tim basket Los Angeles Clippers, melanjutkan hobinya terhadap olahraga itu sejak dulu. Dia tercatat di urutan ke-15 daftar orang terkaya dunia dengan harta 28 miliar dollar AS.

Rabu, 25 Januari 2017

Jam Mahal Tak Laku, Toko Apple Ditutup

Awal 2015, Apple membuka toko di sejumlah pusat perbelanjaan kelas atas, yakni Galeries Lafayette di Paris, Perancis; Selfridges di London, Inggris; dan Isetan di Tokyo, Jepang.



Rangkaian toko yang bersanding dengan aneka brand mewah tersebut khusus memajang arloji pintar mahal Apple Watch Edition yang dibanderol dengan kisaran harga ratusan juta rupiah per unit (10.000 dollar AS ke atas).

Namun, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari MacRumors, Senin (24/10/2016), belakangan muncul kabar bahwa Apple bakal menutup setidaknya satu dari tiga toko tersebut.

Apa pasal? Penjualan Apple Watch Edition rupanya tak menggembirakan.

Toko di Galeries Lafayette kabarnya bakal ditutup pada Januari 2017 mendatang. Para pegawainya bakal disebar ke toko-toko Apple lain di kota Paris. Sementara, nasib dua toko lain di London dan Tokyo masih belum diketahui.

Apple Watch Edition merupakan versi mewah dari arloji pintar Apple Watch. Perangkat berlapis logam mulia ini menandai percobaan Apple masuk ke pasaran barang mewah, khususnya arloji. Tapi konsumen rupanya kurang meminati jam tangan elektronik yang dibanderol selangit.

Apple sendiri belakangan “menyerah” dan tak lagi membuat Watch Edition. Sebagai gantinya, pabrikan berlambang buah apel tergigit itu merulis versi baru yang berlapis keramik dan dibanderol jauh lebih murah di kisaran 2.000 dollar AS.

Jumat, 20 Januari 2017

Layar Mi Note 2 Melengkung di Kedua Sisi?

Xiaomi diprediksi bakal meresmikan smartphone kelas atas terbarunya, Mi Note 2, pada 25 Oktober mendatang. Beberapa hari sebelum tanggal tersebut, muncul bocoran terbaru mengenai perangkat yang bersangkutan.



Dirangkum KompasTekno ari SlashGear, Senin (24/10/2016), bocoran berupa slide presentasi itu menunjukkan indikasi bahwa Mi Note 2 bakal dilengkapi dengan layar yang melengkung di dua sisinya.

Tak cuma melengkung, layar tipe Super AMOLED berukuran 5,7 inci  tersebut juga diduga bakal memiliki resolusi 2.560 x 1.440 piksel dan teknologi “Force Touch”.

Spesifikasi Mi Note 2 sendiri bakal terdiri dari aneka komponen hardware kelas atas, mencakup chipset Qualcomm Snapdragon 821, prosesor quad-core, serta RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB.


SlashGear
Bocoran slide yang mengindikasikan bahwa Xiaomi Mi Note 2 bakal memiliki layar melengkung.


Jeroan lain mencakup baterai berkapasitas 4.100 mAh, iris scanner, NFC, serta kamera 23 megapiksel dan 8 megapiksel, masing-masing dengan sensor Sony IMX 318 dan IMX 378.

Disebutkan bahwa bakal ada versi lain dari Mi Note 2 yang dibekali RAM 6 GB dan media penyimpanan 128 GB.

Banderol harga Xiaomi Mi Note 2 dengan RAM 4 GB dan media penyimpanan 64 GB kabarnya dipatok pada kisaran 415 dollar AS (Rp 5,4 juta),

Sementara, saudaranya yang memiliki RAM 6 GB dan media penyimpanan 128 GB dihargai 445 dollar AS (Rp 5,9 juta).

Minggu, 15 Januari 2017

Begini Cara Huawei Menguji Ketangguhan "Smartphone"

Huawei Technologies Co. Ltd memiliki laboratorium atau pusat pengujian ketangguhan fisik smartphone yang tersebar di beberapa wilayah. Salah satu tempat yang dipilih sebagai tempat pengujian tentu saja di kandang Huawei sendiri, yakni China.



Bersama beberapa wartawan dari Indonesia, KompasTekno berkesempatan menilik pusat pengujian ketangguhan smartphone milik Huawei di Shenzhen, China.

Di dalam tempat pengujian itu, Huawei keandalan fisik perangkat melalui serangkaian tes dan "penyiksaan".

Ada beberapa mesin yang dirancang khusus untuk menguji keandalan produk. Beberapa di antaranya seperti tumble test, directional drop test, soft pressure test, flip and side slider resistance test, earplug/adapter pull and plus endurance test, connector strength endurance test, twist test, dan button endurance test.



Estu Suryowati/Kompas.com
Mencoba teknologi realitas maya (Virtual Reality/VR) di Headquarter Huawei Technologies Co.Ltd di Bantian, Shenzhen, China, Kamis (20/10/2016).

Pihak Huawei pun memberikan penjelasan singkat mengenai fungsi alat-alat uji tersebut. Tumble test merupakan uji ketangguhan fisik smartphone saat jatuh dari ketinggian, mulai dari 0,5 meter hingga 1 meter.

Uji jatuh ini dilakukan sebanyak 100 kali. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah produk yang dihasilkan tahan banting ketika terjatuh berkali-kali.

Selain itu, uji jatuh ini juga dimaksudkan untuk memastikan produk yang dihasilkan sudah memiliki struktur dan desain standar, untuk menemukan kelemahannya.

Pengujian lain dinamakan directional drop test. Pengujian ini hampir mirip dengan uji jatuh. Hanya saja, pada bagian ini, produk diuji jatuh dengan ketinggian 1 meter dari enam sisi sudut ponsel.

Sementara itu, soft pressure test, dilakukan sebanyak 2.000 kali. Pada pengujian ini, ponsel dikondisikan seperti ketika diletakan di saku celana. Memang kadang kala secara tidak sengaja ponsel tertindih saat penggunanya duduk.


Estu Suryowati/Kompas.com
Pengunjung tengah mencoba berbagai produk Huawei di Headquarter Huawei Technologies Co.Ltd di Bantian, Shenzhen, RRC, Kamis (20/10/2016).

Sedangkan, flip and side slider resistance test merupakan pengujian untuk melihat keandalan dari tombol dan layar aktivasi ketika ponsel dalam keadaan terkunci. Tes ini dilakukan hingga 70.000 kali.

Selanjutnya earplug/adapter pull and plug endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan kabel data dan adapter, serta sumbat telinga.

Adapun connector strength endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan lubang kabel pengisi baterai atau kabel data, serta kabel earphone.

Twist test dilakukan sebanyak 500 kali untuk melihat keandalan dari bagian-bagian ponsel yang saling terhubung.

Terakhir, button endurance test dilakukan untuk menguji ketahanan tiap tombol ponsel pintar.
Tombol-tombol utama di ponsel diuji sebanyak 200.000 kali, sedangkan tombol samping diuji sebanyak 50.000 kali. Adapun tombol untuk menyalakan ponsel diuji sebanyak 200.000 kali.

Sementara itu, VP International Media Affairs Corporate Communication Department Huawei Joe Kelly mengatakan, untuk inovasi dan keandalan produknya Huawei setiap tahun menyisihkan 10 persen dari revenue mereka untuk kegiatan research and development.

Selasa, 10 Januari 2017

Beli Pemilik HBO dan CNN Rp 1.100 Triliun, Apa Alasan AT&T?

 Akhir minggu ini, operator seluler AS AT&T mengumumkan bakal mengakuisisi perushaan konglomerasi media multinasioanal Time Warner dengan nilai mencapai 85,4 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 1.100 triliun.



Time Warner memiliki jaringan media yang luas, mencakup aneka brand terkenal, seperti CNN, TNT, HBO Channel, serta studio TV dan film Warner Bros. Dengan akuisisi, hak atas jaringan media tersebut beralih ke tangan AT&T.

Ini pula yang disinyalir menjadi alasan AT&T melakukan akuisisi dengan nilai besar tersebut. Dengan kata lain, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money,  Senin (24/10/2016), AT&T ingin memadukan jaringan telekomunikasi yang dimilikinya dengan konten dari Time Warner.

“Konten premium selalu menang. Ini berlaku di layar lebar dan TV, dan kini juga di layar perangkat mobile,” ujar sebut Chief Executive AT&T Randall Stephenson dalam sebuah keterangan tertulis.

Tak mengherankan, mengingat pola konsumsi media semakin bergeser ke arah mobile, baik untuk film, siaran TV, ataupun jenis konten lain. Perusahaan telekomunikasi pun ingin aktif terlibat dalam bisnis pembuatan konten, ketimbang hanya menyalurkannya secara pasif.

Dengan mengakuisisi Time Warner, AT&T bisa menawarkan langganan konten dalam bentuk bundel bersama dengan layanan seluler.

Hal tersebut bisa memberikan keuntungan bagi AT&T dibanding kompetitornya, Verizon, yang juga berusaha merambah bisnis konten dan teknologi periklanan digital melalui akuisisi AOL dan rencana pembelian Yahoo.

AT&T diketahui juga memilki perusahaan TV satelit DirectTV yang diakuisisi senilai hampir 50 miliar dollar AS tahun lalu. Paket langganan seluler bersama TV satelit DirectTV kini telah mulai ditawarkan ke konsumen.

Kamis, 05 Januari 2017

Samsung Rilis Galaxy C9 Pro dengan RAM 6 GB

Samsung baru mengumumkan ponsel kelas menengah terbarunya, Galaxy C9 Pro, dengan spesifikasi yang mengejutkan. Ponsel ini dibekali dengan RAM 6 GB, yang tergolong cukup besar.



Samsung sendiri belum pernah merilis ponsel dengan RAM sebesar ini. Sebelumnya, Samsung hanya mentok di RAM 4 GB. Padahal, produsen lain, seperti Asus, Vivo, dan One Plus, sudah mulai merilis ponsel dengan RAM 6 GB.

Namun, Samsung pun berusaha mengikuti perkembangan pasar, dan kali ini menyematkan RAM ukuran jumbo itu dalam Galaxy C9 Pro.

Secara fisik, Galaxy C9 Pro juga memiliki ukuran yang besar. Layarnya berupa panel Super AMOLED berukuran 6 inci dengan resolusi 1920 x 1080 piksel. Sementara itu, cover belakang bodi ponsel terbuat dari bahan logam.

Soal otak pemrosesan, Galaxy C9 Pro ini dibekali dengan hardware tingkat menengah. Antara lain berupa prosesor Qualcomm Snapdragon 653, memori internet 64 GB, baterai berkapasitas 4.000 mAh, serta sistem operasi Android 6.0.1 Marshmallow.

Kamera utama Galaxy C9 Pro memiliki ketajaman 16 megapiksel dengan lensa wide dan apperture F/1.9. Di bagian depan, Samsung juga menyematkan kamera selfie dengan ketajaman serupa, yaitu 16 megapiksel.

Sebagaimana dilansir KompasTekno dari Digital Trends, Senin (24/10/2016), Galaxy C9 Pro ini rencananya akan mulai dirilis ke pasar China pada 11 November 2016, dengan harga 3.199 yuan atau sekitar Rp 6,1 juta.

Namun, area peredarannya masih terbatas di China saja. Belum terlihat indikasi bahwa Samsung akan meluncurkan Galaxy C9 Pro ini di negara lain.

Jumat, 30 Desember 2016

Tidak Anti-air, Google Pixel Coba Direndam 30 Menit Dalam Air

 Berbeda dari sejumlah smartphone flagship lain yang beredar di pasaran, smartphone Pixel besutan Google tidak dibekali kapabilitas anti-air. Produk ini hanya memiliki rating IP53 yang berarti tahan cipratan.



Meski begitu, seorang YouTuber bernama Harris Craycraft nekat coba merendam perangkat tersebut dalam air untuk mengetahui apakah Pixel bisa selamat.

Craycraft melakukan pengujian secara bertahap. Pertama, dia sekadar menyemprot Pixel dengan semacam penyembur air di taman. Pixel kemudian coba ditaruh di air yang menggenang di jalan.

Terakhir, barulah dia mengambil semangkok besar air dan menenggelamkan Pixel di dalamnya selama 30 menit, dalam keadaan layar yang masih menyala menjalankan stopwatch.

Hasilnya? Ternyata Pixel bisa selamat. “Speaker-nya masih bekerja, demikian juga charger,” ujar Craycraft, sebagiamana dikutip KompasTekno dari SlashGear, Senin (23/10/2016).

Namun, dia tak menyebutkan apakah modul kamera Pixel jadi berembun. Masalah ini kerap ditemukan pada ponsel yang tercemplung.

Craycraft menyimpulkan bahwa Google Pixel ternyata cukup tangguh dalam hal menghadapi air. Penggunanya pun tak perlu khawatir apabila ponsel basah.

Meski demikian, dia mengingatkan bahwa hasil pengujian tersebut tak serta-merta berarti Pixel kebal dari air. Semuanya tergantung keadaan. Kalau sedang apes, bisa saja ponsel rusak.

Minggu, 25 Desember 2016

Galaxy S7 Edge Pengganti Note 7 Malah Terbakar

Seorang pengguna Samsung Galaxy S7 Edge datang ke salah satu gerai operator seluler di AS, mengatakan ponsel miliknya itu terbakar dengan sendirinya saat di-charge.



Hal itu terungkap setelah seorang karyawan operator seluler mengirim e-mail kepada PhoneArena, menjelaskan detil permasalahannya, berikut bukti foto Galaxy S7 Edge yang hangus.

Dikutip KompasTekno, Senin (24/10/2016), pemilik Galaxy S7 Edge tersebut mengaku sedang mengisi ulang baterai ponselnya, sambil ditinggal tidur semalaman.

Adapun unit charger yang dia pakai adalah charger asli bawaan Samsung.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa S7 Edge yang terbakar itu adalah ponsel pengganti yang ia dapat setelah menukar Galaxy Note 7 versi kedua yang diklaim Samsung telah diperbaiki baterainya.

Samsung memang telah menarik semua Note 7 dari pasaran dan mengehentikan produksi phabletnya itu, setelah versi perbaikan yang diklaim aman tetap saja terbakar di sejumlah negara.

Malang bagi pemilik S7 Edge ini, sebab ia telah menukar Note 7 versi pertama ke versi kedua, lalu menukarnya kembali dengan S7 Edge yang justru berujung bencana.

Kasus S7 Edge yang meledak dan dilaporkan juga terjadi di Ohio, AS bulan lalu. Pemiliknya mengalami luka bakar tingkat dua dan menuntut ganti rugi dari Samsung.

Selasa, 20 Desember 2016

Bocoran Foto Moto M Plus Ungkap Pemindai Sidik Jari

Motorola sedang menyiapkan Android Moto M di Indonesia. Ponsel dengan kode produksi XT1663 dipergoki terdaftar di situs Ditjen SDPPI dan Balai Uji Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Indonesia.



Namun Motorola nampaknya juga sedang menyiapkan varian Moto M dengan layar yang lebih besar, disinyalir bakal diberi nama Moto M Plus.

Bocoran foto-foto Moto M Plus saat ini telah beredar di internet. Dalam foto itu, setidaknya terlihat bahwa ponsel Moto M Plus memiliki bodi yang terbuat dari logam. Di casing belakangnya, tepat di bawah kamera, terdapat sebuat alat pemindai sidik jari.



Tech Droider
Moto M Plus
Seperti dilansir KompasTekno dari Trusted Review, Senin (24/10/2016), model yang terlihat dalam bocoran foto memiliki kode produksi XT1662, yang bisa jadi merupakan Moto M Plus (Moto M berkode XT1663).

Bocoran spesifikasi Moto M Plus antara lain layar berukuran 5,5 inci (1080p), RAM 4 GB, memori internal 32 GB, kamera utama 16 megapiksel, serta kamera depan 8 megapiksel.

Baca: Indikasi Kuat Kehadiran Kembali Ponsel Motorola di Indonesia

Sementara Moto M yang berukuran lebih kecil disebut-sebut memiliki ukuran layar 4,6 inci, prosesor octa core 1,9 GHz, RAM 3 GB, memori internal 32 GB, kamera utama 16 megapiksel, serta kamera depan 8 megapiksel.

Hingga saat ini belum diketahui kapan peluncuran Moto M dan Moto M Plus secara global. Namun dengan adanya pengujian untuk Moto M berkode XT1663 di situs Ditjen SDPPI, ada kemungkinan bahwa ponsel tersebut akan segera muncul di Indonesia.

Moto M Plus sendiri belum termuat dalam daftar pengujian ponsel di Balai Uji Kemenkominfo Indonesia. Toh ini tak berarti ponsel itu tak akan masuk Indonesia. Bisa aja, Motorola akan memasukkannya, dalam rentang waktu yang berbeda.

Kamis, 15 Desember 2016

Microsoft Untung Rp 61 Triliun dari Office dan Cloud

Microsoft mempublikasikan laporan keuangan untuk periode kuartal pertama tahun fiskal 2017 pada minggu lalu.



Menurut laporan Microsoft, perusahaan menerima pendapatan sebesar 20,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 267 triliun) dan laba bersih sebesar 4,7 miliar dollar AS (sekitar Rp 61,2 triliun).

Mayoritas laba tersebut didapat Microsoft dari produk Office dan layanan cloud.

Menurut Microsoft, pemasukan dari layanan software produktivitas Office di segmen komersil tumbuh sebesar 5 persen, sementara pemasukan Office dari segmen konsumer naik sebesar 8 persen.

Di sisi layanan cloud, pemasukan platform Azure tumbuh 116 persen, sementara pemasukan dari bisnis server naik 11 persen.

Laporan tersebut turut mendongkrak harga saham Microsoft pada penutupan bursa, menjadi di atas 60 dollar AS per lembar saham.

Kenaikan harga per lembar saham di atas 60 dollar AS tersebut baru dialami Microsoft kembali sejak Desember 1999 lalu.

Namun demikian, beberapa bisnis Microsot selain Office dan cloud mengalami penurunan, seperti software sistem operasi Windows, bisnis ponsel, dan konsol gaming.

Grafik pemasukan Windows dari vendor pembuat PC/laptop (OEM) tetap datar di kuartal ini dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Pemasukan dari bisnis ponsel turun tajam hingga 72 persen. Tren ini dipercaya akan terus berlanjut tahun depan.

Pemasukan dari bisnis gaming juga turun 5 persen. Microsoft menyebut penurunan itu terjadi akibat konsol Xbox yang kurang laku.

Walau hardware Xbox kurang laku, namun pengguna aktif Xbox Live tercatat naik menjadi 47 juta di kuartal ini, dari 39 juta di kuartal yang sama tahun lalu.

Sabtu, 10 Desember 2016

Menkominfo: Isu Global Jadi Tantangan Dunia Penyiaran

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkomimfo), Rudiantara mengatakan kepada insan pelaku di dunia penyiaran, bahwa masalah global juga menjadi tantangan bagi mereka.



Hal ini disampaikan Rudiantara di sela-sela acara Asia Pacific Broadcasting Union (ABU) di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2016).

"Tantangan yang dihadapi anggota ABU ini adalah masalah global seperti kemiskinan, perdagangan manusia, migran, perang, dan lain sebagainya," kata Rudiantara.

"Beruntung Indonesia tidak mengalaminya sebagaimana negara-negara lain. Sebetulnya pengalaman Indonesia bisa mencegah isu-isu negatif dan bisa di-share kepada anggota ABU lainnya," tambahnya.

Diakui oleh Rudiantara, internet berpengaruh besar bagi dunia penyiaran, seperti isu-isu radikalisasi yang bisa menyebar lewat televisi. Begitupun media lainnya yang berbasis Internet.

Rudiantara juga menyampaikan bahwa Indonesia yang menjadi tuan rumah Asia Pacific Broadcasting Union ini diharapkan menjadi anggota Konsul yang jumlahnya hanya 20 dari 69 negara di dunia.

Senin, 05 Desember 2016

2016, Pengguna Internet di Indonesia Capai 132 Juta

 Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet.



Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.

Hal ini mengindikasikan kenaikan 51,8 persen dibandingkan jumlah pengguna internet pada 2014 lalu. Survei yang dilakukan APJII pada 2014 hanya ada 88 juta pengguna internet.

“Penyebabnya adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam," terang Ketua APJII Jamalul Izza saat ditemui KompasTekno di sela pengumuman Riset Pengguna Internet Indonesia 2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016).

"Kalau dulu kan cuma beberapa vendor dan perangkat genggam, sekarang jumlahnya banyak dan murah,” imbuhnya.

Data survei juga mengungkap bahwa rata-rata pengakses internet di Indonesia menggunakan perangkat genggam. Statistiknya sebagai berikut:

67,2 juta orang atau 50,7 persen mengakses melalui perangkat genggam dan komputer.
63,1 juta orang atau 47,6 persen mengakses dari smartphone.
2,2 juta orang atau 1,7 persen mengakses hanya dari komputer.
Meski demikian, penetrasi internet tersebut mayoritas masih berada di Pulau Jawa. Dari survei yang dipresentasikan oleh APJII itu tercatat bahwa sekitar 86,3 juta orang atau 65 persen dari angkat total pengguna internet tahun ini berada di Pulau Jawa.

Sedangkan sisanya adalah sebagai berikut:

20,7 juta atau 15,7 persen di Sumatera.
8,4 juta atau 6,3 persen di Sulawesi.
7,6 juta atau 5,8 persen di Kalimantan.
6,1 juta atau 4,7 persen di Bali dan NTB.
3,3 juta atau 2,5 persen di Maluku dan Papua.
APJII bekerja sama dengan Lembaga Polling Indonesia untuk melakukan survei tersebut. Proses survei dilakukan melalui tatap muka dengan metode multistep random sampling atau secara bertahap.

Analis LPI, Yonda Nurtakwa, mengatakan, tahap pertama mengenai penetrasi dilakukan dengan melihat pada 1.250 sampel dalam periode 1-11 Juni 2016.

Data yang dihasilkan dari periode ini kemudian dipakai sebagai kerangka pada proses selanjutnya, yaitu survei mengenai perilaku pengguna.

Pada tahap survei mengenai perilaku, dilakukan pengambilan sampelnya secara acak pada 2.000 orang, dan disesuaikan dengan persentase jumlah penduduk di suatu daerah.

"Jadi kalau provinsi di Jawa kebetulan populasinya besar, sampel yang diambil lebih banyak. Berbeda dengan daerah di Kalimantan atau Maluku," jelas Yonda dalam kesempatan yang sama.

Rabu, 30 November 2016

Samsung Gear 360 Dijual di Indonesia Bulan Depan, Harganya?

Samsung Gear 360 pertama kali diperkenalkan bersama duo flagship Galaxy S7 dan Galaxy S7 Egde pada Februari lalu dalam ajang Mobile World Congress 2016 di Barcelona, Spanyol.



Perangkat kamera berbentuk mirip bola mata yang sanggup merekam video dan foto 360 derajat dari segala arah itu kini akan segera dijual di Tanah Air.

Ketika dihubungi oleh KompasTekno, Senin (24/10/2016), pihak Samsung Indonesia menjelaskan bahwa Gear 360 akan mulai dijual di Indonesia pada November mendatang,

Namun, tanggal pastinya belum diungkapkan Samsung. Banderol harga Gear 360 sendiri dipatok Rp 3.999.000.

Gear 360 memiliki dua unit kamera dengan lensa fish eye yang cakupan bidang pandangnya mencapai 180 derajat. Masing-masing kamera dilengkapi dengan sensor gambar 15 megapiksel dan ditempatkan dalam posisi saling memunggungi satu sama lain.

Video hasil rekamannya menyajikan pandangan ke segala arah dan bisa ditonton melalui Facebook atau YouTube yang sudah mendukung fitur video 360.

Samsung merancang Gear 360 agar dipasangkan dengan ponsel Galaxy lewat koneksi wireless. Kendali bisa dilakukan lewat aplikasi mobile bernama Gear 360 Manager.

Perangkat Galaxy yang kompatibel dengan kamera ini hanya dari seri high-end, yakni Galaxy Note 5, Galaxy S6, Galaxy S6 Edge, Galaxy S6 Edge Plus, serta Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge.

Gear 360 juga bisa beroperasi secara mandiri tanpa perlu terhubung ke ponsel dengan tiga tombol kendali di tubuhnya.

Jumat, 25 November 2016

Anak Indonesia Usia 10-14 Tahun Doyan Internetan

Survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengungkap adanya kenaikan jumlah pengguna internet, sekaligus perubahan demografi. Kini, anak usia 10-14 tahun pun telah mengakses internet.



“Sekarang anak usia 10-14 tahun pun sudah mulai banyak yang mengakses internet,” terang Ketua APJII, Jamalul Izza saat ditemui KompasTekno usai pengumuman hasil Survei Pengguna Internet Indonesia 2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016).

“Anak-anak usia ini justru belum bermain di media sosial, tapi rata-rata memakai internet untuk menonton video. Biasanya mengakses video itu dari YouTube,” imbuhnya.



Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.com
Ketua APJII Jamalul Izza saat ditemui di sela pengumuman Hasil Survei Pengguna Internet Indonesia 2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016).
Hasil survei APJII, lanjut Jamal, menunjukkan bahwa pengguna internet usia 10-14 tahun tercatat sekitar 768.000 orang.

Angka ini merepresentasikan kenaikan 100 persen, karena pada 2014 anak usia tersebut belum mendapatkan akses internet.

Selain itu, dari segi usia, jumlah pengakses internet terbanyak berada di rentang usia 25-29 tahun dengan total 24 juta orang.

Sedangkan total pengguna internet di Indonesia, di tahun 2016 telah mencapai 132,7 juta orang.

Angka tersebut merepresentasikan kenaikan sebesar 51,8 persen, dibandingkan angka tahun lalu yang sebesar 88 juta orang.

Jumlah pengakses internet terbesar Indonesia saat ini berkumpul di pulau Jawa.

Proporsinya sebagai berikut:

86,3 juta atau 65 persen di Jawa
20,7 juta atau 15,7 persen di Sumatera
8,4 juta atau 6,3 persen di Sulawesi
7,6 juta atau 5,8 persen di Kalimantan
6,1 juta atau 4,7 persen di Bali dan NTB
3,3 juta atau 2,5 persen di Maluku dan Papua

Butuh Perlindungan

Anak-anak usia belia tersebut, menurut Jamal perlu dilindungi dari berbagai konten negatif di Internet. APJII sendiri, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenominfo) sedang menggodok sistem filter baru.

“Kami sedang membangun filter yang bisa otomatis bekerja. Nanti akan ada dashboard untuk mengontrol pemblokiran, sehingga saat akan memblokir sesuatu tinggal melakukannya dari sana,” terang Jamal.

“Sekarang ini yang kurang memuaskan itu mekanisme pemblokiran yang masih manual, karena itu kami sedang buat yang otomatis. Dua bulan lagi sudah bisa jalan lah sistem baru ini,” pungkasnya.

Menurutnya, selama ini mekanisme pemblokiran konten negatif masih dilakukan dengan cara manual. Prosesnya adalah pengguna internet melaporkan adanya tautan yang bermuatan negatif, kemudian laporan masuk, dibahas panel, dan perintah pemblokiran diturunkan dalam bentuk surat.

Namun pada sistem baru, semua laporan mengenai tautan bermutan negatif akan dikumpulkan dalam satu wadah. Penyampaian keputusan dan perintah pemblokiran pun bisa dilakukan langsung melalui wadah tersebut, tanpa menggunakan surat fisik lagi.

Minggu, 20 November 2016

GrabChat Diperkenalkan, Kontak Pengemudi Bisa lewat "Chatting"

Komunikasi dengan pengemudi kendaraan yang dipesan melalui aplikasi Grab bakal bisa dilakukan lewat perantara chatting, selain sambungan telepon.



Penyedia layanan ojek dan mobil sewaan online tersebut hari ini, Senin (24/10/2016), mengumumkan ketersediaan GrabChat, fitur instant messaging yang tersedia di dalam aplikasi mobile Grab.

Menurut keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Senin, ikon GrabChat akan muncul di tampilan aplikasi Grab, di samping identitas pengemudi, setelah pengguna melakukan pemesanan.

Begitu diklik, aplikasi akan menampilkan opsi untuk memilih sejumlah template pesan. Pengguna juga bisa mengirim pesan sendiri. Setelahnya pengguna layanan dapat menekan tombol "kirim" untuk memulai chatting dengan pengemudi kendaraan yang dipesan.

"Ïni akan mempermudah dan mempercepat proses penjemputan bagi penumpang dan pengemudi dengan adanya komunikasi yang mulus langsung dari aplikasi Grab, tanpa perlu menghabiskan pulsa," ujar Co-Founder Grab Hooi Ling Tian.

Selain mengirit biaya SMS, Tan menambahkan, dengan adanya layanan chatting ini, driver Grab tidak perlu khawatir terkena biaya telepon yang mahal saat berkomunikasi dengan penumpang yang memiliki nomor telepon dari luar negeri.

GrabChat akan mulai digulirkan secara bertahap ke aplikasi Grab di platform Android dan iOS mulai Senin (24/10/2016) hingga akhir minggu ini, untuk semua pengguna yang berdomisili di wilayah Asia Tenggara.

Sebelumnya, Grab telah lebih dulu melakukan program beta testing GrabChat dengan melibatkan lebih dari 50.000 pengguna.

Selama masa uji coba yang berlangsung sepekan itu, pihak Grab menyatakan berhasil menghemat biaya 85.000 SMS untuk pengemudi dan 45.000 SMS untuk penumpang.

Selasa, 15 November 2016

"Smartphone" Luna Buatan Foxconn Dipastikan Masuk Indonesia

Foxconn tampaknya juga ingin terjun ke pasar smartphone di Indonesia. Pabrikan Taiwan yang dikenal sebagai perakit iPhone itu berencana memasarkan produk buatannya sendiri, yakni Luna, di Indonesia pada bulan depan.



Kepastian itu terungkap lewat undangan acara peluncuran Foxconn Luna di Indonesia yang diterima KompasTekno, Senin (24/10/2016).

Dalam undangan tersebut, tertulis bahwa peluncuran Foxconn Luna akan dilaksanakan pada 7 November 2016.

"Foxconn, pabrikan smartphone Taiwan, secara resmi akan merilis smartphone Luna di Indonesia," demikian tulis Foxconn.



Ist
Android Foxconn Luna
Smartphone Luna buatan Foxconn dirilis sejak 2015, dan digadang-gadang sebagai pesaing ponsel flagship lainnya. Luna telah dipasarkan di Korea Selatan sejak September 2015 dengan harga sekitar Rp 4 juta.

Foxconn Luna memiliki layar 5,5 inci full HD (1080p) dengan chipset hardware Qualcomm Snapdragon 801 (quad-core) berkecepatan 2,5GHz, dan memori RAM 3 GB.

Kamera utamanya beresolusi 13 MP dengan lensa f/2.0 dan dilengkapi lampu flash model dual LED. Kamera depannya mengusung sensor resolusi 8 megapiksel dengan diafragma lensa f/1.8.

Luna menjalankan sistem operasi Android 6.0 Marsmallow dengan memori internal 64 GB, dan mendukung kartu memori MicroSD hingga kapasitas 128 GB. Baterainya sendiri berkapasitas 2.900 mAh.

Belum diketahui berapa harga jual smartphone Android Luna buatan Foxconn ini di Indonesia. Untuk lebih pasti, tunggu peluncuran resminya di Indonesia pada awal November mendatang.

Kamis, 10 November 2016

Mengapa IBM Sang Pelopor PC Beralih ke Komputer Mac?

 Setelah bertahun-tahun memakai PC Windows, IBM kapok dan memutuskan untuk mengganti sebagian komputer untuk karyawan dengan Mac dari Apple. Langkah ini bisa dibilang ironis karena dulu IBM adalah pelopor PC yang berseberangan dengan Mac.



Namun kantong berkata lain. Menurut Vice President IBM Fletcher Previn yang mengepalai departemen TI perusahaan tersebut, setelah dihitung-hitung, biaya kepemilikan Mac lebih murah dibandingkan PC Windows.

Lebih tepatnya, meski harga pembeliannya lebih mahal hingga 454 dollar AS dari PC Windows, dalam pemakaian jangka panjang, biaya perawatan komputer Mac ternyata jauh lebih rendah.

Hanya lima persen pengguna Mac di IBM yang membutuhkan dukungan teknis dengan kehadiran staf IT support secara langsung, dibandingkan 40 persen pengguna PC, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari IBTimes, Senin (24/10/2016).

"Pada akhirnya, biaya pemilikan lebih mahal 57,3 juta dollar AS (sekitar 746 miliar rupiah) per 100.000 PC Windows, atau tiga kali lebih tinggi (dibandingkan Mac)," sebut Previn ketika berbicara dalam konferensi Jamf Nation User di Minneapolis, AS, minggu lalu.

Lebih mudah



Jamf
Vice President IBM Fletcher Previn
IBM sebenarnya telah mulai mengganti PC Windows dengan Mac sejak Oktober 2015 lalu. Ketika itu, sekitar 30.000 PC Windows diganti dengan Macintosh.

Sekarang, populasi komputer Mac di IBM telah mencapai 90.000 unit dan bakal mencapai angka 100.000 menjelang akhir 2016, karena Previn berencana terus menambah Mac sebanyak 1.300 unit per minggu.

Tujuan akhirnya adalah mendistribusikan sekitar 150.000 hingga 200.000 unit Mac di IBM. Artinya, sekitar setengah dari 370.000 karyawan perusahaan tersebut bakal beralih dari PC Windows ke Mac.

Tingkat kepuasan karyawan IBM terhadap Mac mencapai 91 persen karena komputer buatan Apple itu lebih jarang bermasalah dan lebih mudah dipakai dibandingkan PC Windows. Begitu mudahnya, sehingga unit IBM di Jepang memutuskan untuk menjadikan Mac sebagai komputer standar.

Previn turut menurutkan bahwa sebagian besar pegawai IBM (65 persen) memakai gadget berbasis iOS, juga buatan Apple. Sebanyak 33 persen menggunakan Android, sisanya masih setia dengan BlackBerry.

Dia mengatakan pengalaman IBM dengan Mac membuktikan bahwa kemudahan pakai adalah aspek yang penting dalam pemanfaatan teknologi.

"Kalau Anda membuatnya sederhana dan mudah dipakai untuk pengguna, maka merekalah yang akan membelinya dari Anda. Anda tidak perlu mendorong-dorong mereka," ujar Previn.